
Kalselupdate.my.id, Tabalong – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, jajaran Polsek Muara Harus terus melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan tanaman jagung pakan hibrida di wilayahnya.
Kapolsek Muara Harus, Iptu H. Abdul Gani, menginstruksikan kepada seluruh personel Bhabinkamtibmas agar rutin melakukan pengecekan pertumbuhan jagung pasca tanam. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi para petani di lapangan.
Pada Senin (18/5/2026) pagi, Kanit Binmas Polsek Muara Harus Aiptu Suprapto bersama Bhabinkamtibmas Desa Padangin Briptu Herlangga melaksanakan pengecekan di lahan jagung pakan milik Mulyadi, Ketua Kelompok Tani Teluk Unggang, yang berlokasi di Desa Padangin RT 05, Kecamatan Muara Harus, Kabupaten Tabalong.

Lahan seluas kurang lebih 1 hektare tersebut ditanami jagung pakan jenis hibrida NK 19 yang merupakan bantuan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tabalong.
Berdasarkan hasil pengecekan, tanaman jagung saat ini telah memasuki usia tiga minggu dengan pola tanam monokultur. Sumber air masih mengandalkan tadah hujan dan sumur, sementara masa panen diperkirakan akan berlangsung pada Agustus 2026.
Petugas juga mencatat sejumlah kendala yang dihadapi petani, di antaranya ketergantungan terhadap curah hujan, serangan hama ulat, serta gangguan binatang seperti monyet yang berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman.
Selain itu, diketahui bahwa lahan tersebut telah mendapatkan pemupukan pertama pada 8 Mei 2026 guna mendukung pertumbuhan tanaman agar hasil panen dapat lebih optimal.
Melalui kegiatan monitoring rutin ini, diharapkan perkembangan tanaman jagung dapat terus terpantau dengan baik sehingga program ketahanan pangan di Kecamatan Muara Harus dapat berjalan optimal.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas Polres Tabalong Iptu Heri Siswoyo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Muara Harus merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Kami mendorong Bhabinkamtibmas untuk aktif turun ke lapangan mendampingi masyarakat dan kelompok tani, mulai dari proses penanaman, perawatan hingga masa panen. Kehadiran Polri diharapkan mampu memberikan motivasi serta membantu mencarikan solusi atas kendala yang dihadapi petani,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani sangat penting dalam menjaga keberhasilan program pertanian, khususnya dalam meningkatkan produktivitas jagung pakan hibrida sebagai salah satu komoditas unggulan.
“Dengan monitoring rutin dan koordinasi yang baik, diharapkan hasil pertanian masyarakat dapat meningkat serta berdampak positif terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah,” tutupnya. (*)








